Minggu, 16 Juni 2013

Dibalik Rencana-Nya!

         "Hidup yang paling indah adalah hidup yang bersyukur". Itu adalah kata-kata manis yang selalu menguatkanku disaat aku merasa kecewa atau tidak terima dengan kondisi yang sedang kualami. Mungkin wajar. Setiap orang pasti akan menemukan titik-titik dimana tantangan atau pergumulan hidup menjadi keharusan yang harus dihadapi.
          Banyak orang yang mengatakan betapa beruntungnya jadi diriku. Ketika aku duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), aku bahkan bosan melihat peringkat nilai rapotku yang tidak pernah bergeser dari angka "1" di sekolah. Sampai SMP pun, aku juga masih juara kelas, walau beberapa kali tidak menjadi juara 1. Dilanjut lagi dengan aku bisa masuk ke sekolah negeri terfavorit di kota kami dan lulus masuk kelas unggulan, itu adalah sesuatu yang membanggakan bagiku. Sampai akhirnya lulus dari SMA, aku lulus pada Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara. Itu menambah lengkapnya pencapaian yang layak untuk dibanggakan dari diriku.
          Singkat cerita, aku mengikuti perkuliahan di kampus dimana aku lulus, Manajemen USU. Beberapa bulan yang kujalani, aku tidak menemukan sedikit pun kenyamanan belajar di kampus ini. Dengan latar belakang SMA jurusan IPA, mungkin itu yang membuatku butuh adaptasi yang lama untuk boleh membiasakan diri dengan setiap mata kuliahnya. Tetapi sampai 1 semester berlalu, belum juga aku terbiasa dengan materi-materi perkuliahan dikampus ini.
          Semester 2 pun harus kujalani kembali. Aku mulai akrab dengan teman-teman 1 kelasku. Aku yang dari awal aktif di kegiatan organisasi kerohanian kampus bernama UKM-KMK USU juga semakin sering mengajakku untuk aktif ambil bagian di setiap acara kebaktian kampus Fakultas, maupun se-Universitas. Akupun semakin asyik dengan orang-orang disana.
           Semester 2 sudah melewati Ujian Tengah Semester. Pendaftaran SNMPTN 2012 sudah dibuka. Aku kembali berpikir untuk mencoba kembali mengikuti test demi cita-citaku sejak kecil, dokter jantung. Aku coba sharing dengan keluargaku, kakak rohaniku, dan orang-orang terdekatku. Hampir tak ada yang mendukungku untuk kembali mengulang dalam SNMPTN 2012. Aku semakin kebingungan. 2 hari terakhir sebelum penutupan pendaftaran online SNMPTN, aku dan temanku bernama Anri, secara diam-diam kami mendaftar SNMPTN secara online dengan prosedur yang sudah ditentukan. Aku memilih FK, ITB, kemudian HI unpad sebagai pilihan asal-asalan di pilihan ketigaku. 
           Singkat cerita, aku mengikuti test yang bertempat di MAN-1 Medan. Saat para peserta mengetahui bahwa aku sudah kuliah, mereka protes terhadapku dan mengatakan "ya ampun bang, jurusan abang sekarang saja kami tidak berani ngambil, abang malah seenaknya mau ninggalin jurusan itu". Sedikit tertampar memang, tapi demi cita-cita, kuabaikan kritikan itu. 2 hari aku mengikuti seleksi tersebut, aku merasa semua baik-baik saja, dan sangat berharap lulus di pilihanku yang pertama.
            Tanggal 9 Juni yang ditunggu-tunggu pun tiba. Saat itu, rumah kontrakan kami (sebagai kosan kami di Medan) kedatangan Amang boru dan bou (Paman dan bibi dalam bahasa Batak) yang kebetulan sedang mengurusi administrasi adik sepupuku yang pindah sekolah ke kota Medan. Saat itu sebenarnya mereka tidak mengetahui kalau hari itu adalah pengumuman SNMPTN tulis 2012. Akan tetapi karena kegelisahanku, mereka kemudian menanyakanku dan akhirnya memaksaku untuk segera melihat pengumumanku. Mereka sangat senang sekiranya aku akan lulus di jurusan kedokteran karna memang anggota keluarga kami belum ada yang menjadi dokter, apalagi sampai lulus di kedokteran PTN.
             Dengan hati yang sangat gemetaran, aku melangkah ke warnet paling dekat dengan kontrakan kami untuk melihat pengumuman test-ku. Masih ada beberapa langkah, temanku bernama Lidya dan Dessy (teman sekelas di perkuliahan) mengatakan kalau mereka lulus di Unpad jurusan Hukum dan Komunikasi. God, aku semakin tidak karuan. Kutelpon temanku bernama Winner yang juga mengulang dalam SNMPTN 2012, namun ternyata dia tidak lulus. Aku tiba di warnet dan dengan cepat aku buka situs pengumuman SNMPTN ditambah nomor ujianku. Dann............. Selamat! Anda LULUS di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran.
              Aku speechless. Teman disebelahku justru yang teriak. "Woww.. Hebat sekali kamu!" Itu katanya. Bukan aku tidak senang. Namun, aku tidak pernah bilang kepada keluarga kalau aku ngambil HI Unpad. Tak terasa sudah 20 menit aku di warnet. Kulihat kehebohan dijejaring sosial tentang euforia kelulusan para calon maba di berbagai Universitas. Namun aku belum berani bilang kepada siapapun kalau aku lulus. Kubuka handphone-ku. Ada 5 missed call dari abangku dirumah dan ada 9 pesan yang menanyakan kelulusanku. Aku mengabaiakn semua.
              Aku belum berani pulang. Belum lagi keluargaku paling tidak setuju kalau aku kuliah jauh-jauh dari rumah. Panggilan ke 10 dari abangku, dia hanya menanyakan keberadaanku. 1 menit kemudian die menjemputku dan membawa pulang. Dirumah, aku diam. Semua penasaran. Setelah diam beberapa detik, aku kemudian bersuara. "Akuuu lulusss.....". Bouku dengan senangnya memelukku dan mengajak jalan-jalan aku malam itu. "Tapi aku belum selesai bicara", aku bilang. "Aku lulus di HI-Unpad". Mereka diam. Dengan cepat kakakku yang paling besar berkata, "NGGAK! Kamu tidak boleh keluar dari Medan". Dilanjut lagi dengan abangku yang menba meyakinkan aku tentang bahasa dari perkuliahan di jurusan HI nantinya yang berbau Politik, sementara aku tak pernah tertarik dengan politik.Sementara amang boruku sibuk menanyakan teman-temannya tentang prospek kerja dari jurusanku ini nantinya. 
             Orangtua ku tidak berada di Medan. Orangtuaku berada di daerah Toba Samosir dan berdomisili disana. Abangku menghubungi mama dan juga Bapak, dan mereka menyerahka  keputusan seutuhnya kepadaku. Hanya, mereka jujur tak ingin aku kuliah jauh dari mereka.
             Sampai beberapa hari abangku masih mencoba meyakinkanku untuk tidak mengambil jurusan HI Unpad. Namun dengan mantap aku meyakinkan mereka. "I have to go!!"
               Satu minggu kemudian, aku berangkat ke Bandung, kemudian aku mendaftar ulang dan mengikuti rangkaian penerimaan mahasiswa baru.
            Bukan perkara yang mudah aku bisa sampai di sini. Bapak dan mama tak mengantar aku ke bandara karena mereka takut akan sangat sedih berpisah dibandara. Aku juga tak ingin merasakan kesedihan itu. Aku dijemput di bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta oleh kakakku yang bekerja di Jakarta. 3 minggu kemudian aku ke Bandung.
               Saat hari pertama kuliah, aku sangat panik dengan mata kuliah yang pertama kali aku hadapi, yakni Dasar-dasar Ilmu Politik. Dengan dosen yang terkenal "killer" ditambah tugas plus slide perkuliahan yang harus diselesaikan dalam bahasa Inggris setiap minggu, membuatku sangat kaget dengan perkuliahan waktu itu. Apalagi dengan latar belakang yang tidak pernah menyenangi politik, tapi aku harus menyelesaikan tuntutan-tuntutan itu. Ternyata tidak hanya itu. Mata kuliah lainnya juga yang notabane berbau politik juga menyajikan tugas yang harus dikerjakan setiap minggu dengan deadline beberapa hari saja. Aku belum terbiasa. Beberapa kali tugas aku kirim lewat deadline yang ditentukan karena memang tugas tersebut bukanlah tugas yang mudah.
           Beberapa minggu pertama aku sering menangis. Terlihat bodoh dan lemah memang. Tapi aku merasa belum terbiasa dengan birokrasi perkuliahan, tugas-tugas, teman-teman baru yang sangat beragam, dan juga aku yang belum terbiasa jauh dari keluarga. Itu semua sempat membuat aku sampai di titik yang menyesali pilihan kuliah di sini. Abangku marah terhadapku karena memang dari awal dia sudah menekankan itu kepadaku.
            Waktu terus berjalan. Beberapa bulan berjalan aku berusaha menikmati perkuliahanku. Dengan pergumulan dan doa, aku semakin kuat. Setiap tugas, suka-tidak suka aku selesaikan tepat waktu. Aku mulai mengikuti berbagai kegiatan di kampus karena aku percaya kesibukan-kesibukan dikampus akan menolong aku dapat menikmati perkuliahanku dikampus dan menambah relasi tentunya.
             Singkat cerita semester 1 kulalui dengan banyak tantangan dan cerita perjuanganku untuk boleh survive di jurusan HI Unpad. Januari 2013, aku pulang ke Medan dengan berbagai cerita dan dengan pekerjaan Allah, aku semakin menikmati di jurusan ini. Walaupun IPK pertama yang tergolong biasa saja, tapi aku yakin akan ada hal yang sedang Tuhan persiapkan bagiku lewat kuliah di jurusan Hubungan Internasional Unpad. Dengan iman dan terus berpengharapan akan rancangan yang indah dari Tuhan, aku terus menikmati perkuliahan di sini.
                Kini, aku memiliki banyak teman dekat. Aku nyaman berteman dengan teman-teman di jurusanku, termasuk juga para seniorku. Aku aktif di beberapa kegiatan yang menolongku untuk tidak hanya sekedar bertahan di sini, tetapi juga belajar bahkan bertumbuh lewat karakter yang semakin dibentuk dengan kagiatan-kegiatan tersebut. Aku percaya saat wisuda dan lulus dari jurusan ini nanti, akan ada mahkota yang dipersiapkan oleh Tuhan untukku, untuk keluargaku, untuk bangsaku, dan aku kembalikan pada kemuliaan Tuhanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar