Kamis, 20 Juni 2013

Semangat Bukan Sesaat

        Setelah membaca buku motivasi yang berjudul Science of Luck yang ditulis oleh seorang motivator hebat idola saya bernama Bong Chandra, saya sangat termotivasi untuk melakukan banyak perbaikan dalam diri dan keseharian saya. Saya merasa ada banyak pesan dan masukan yang sangat "kena" terhadap kekurangan-kekurangan dalam diri saya. Dan saya komit untuk segera mengerjakan serta memperbaiki "point-point" dalam diri saya yang selalau ditekankan dalam buku tersebut.
           Buku pertama dari Bong Chandra tersebut memiliki banyak pesan, misalnya dalam hal penggunaaan waktu dengan efisien dan bermanfaat. Bong Chandra menulis bagaimana kondisi macet di Jakarta yang menyita paling tidak 3 jam waktunya di jalan selama hampir setiap hari ketika dia ingin bepergian bekerja atau menghadiri seminar. Kemudian ia mengalikan 3 jam tersebut dalam seminggu, sebulan, sampai satu tahun. Jadi total dalam 1 bulan ada 84 jam (3 hari lebih) waktu yang terbuang begitu saja. Padahal dalam 1 jam saja, Bong Chandra mendapatkan bayaran sekitar 6-15 juta jika diundang sebagai pembicara dalam suatu seminar. Jadi jika ditotal dalam jumlah uang, Bong Chandra sedang membuang sia-sia sebanyak kurang lebih 500 juta rupiah dalam satu bulan.
           Tidak lama setelah saya membaca buku tersebut, saya lalu menghitung jumlah waktu dalam setiap hari yang saya sia-siakan seperti untuk online, gabut, ngobrol sama teman, dll, dan tentu saja saya jauh lebih parah dari Bong Chandra. Dalam seminggu bahkan ada 2 hari yang tidak efektif saya isi dengan baik. Kemudian saya mengevaluasi diri dan menuliskan jadwal per-hari yang harus saya kerjakan agar semuanya lebih terarah dan terencana. 
         Setiap pagi saya bangun pagi, saya melakukan saat teduh, membaca Alkitab kemudian saya menuliskan apa yang saya dapat. Setelah itu, saya menuliskan apa yang harus saya kerjakan hari ini dari jam ke jam. Selama hampir 3 minggu setelah membaca buku Bong Chandra tersebut, saya masih rutin untuk melakukannya, dan itu sangat membantu saya dalam menjalankan aktivitas saya setiap harinya.
        
  Sebenarnya ada banyak hal yang juga dibukakan dan diingatkan dalam buku yang luar biasa tersebut. Tetapi karena kebetulan karena belakangan saya selalu bermasalah dengan penggunaan waktu dengan baik, saya sangat menggaris bawahi tentang pemakaian waktu secara efisien dalam buku tersebut.
          3 minggu saya taat melakukan proyek ketaatan saya dalam penggunaan waktu seperti saya jelaskan diatas, banyak progress yanng saya rasakan. Dengan padatnya aktivitas kampus, saya semakin belajar memanajemen diri dengan baik, belajar prioritas, dan berusaha mengerjakan setiap tanggung jawab yang harus saya kerjakan setiap harinya sebagaimana saya tuliskan setiap pagi.
             Namun dalam satu minggu kemudian saya kembali "jatuh" dan tidak menjalankan proyek ketaatan saya setiap hari. Hal ini berhubung semakin padatnya kegiatan kampus dan tuntutan perkuliahan yang semakin banyak tugas membuat saya sering merasa kelelahan, tidak menaati proktat, bangun telat, dan kadang-kadang kembali "gabut". Beberapa kali saya coba kembali, ternyata sulit untuk kembali taat dalam menjalankan proyek ketaatan tersebut. Hal ini mengakibatkan aktivitas saya berantakan dalam satu atau beberapa hari. Tugas sering dikerjar deadline dan persiapan untuk ujian tidak maksimal. Ternyata semangat saya hanya sebatas euforia sesaat setelah membaca buku tersebut.
               Dua hari yang lalu, saya kembali membaca buku tersebut dan kemudian saya kembali komit untuk mengerjakan semua proyek ketaatan saya. Lebih dari itu, saya bahkan mencatat harus membuat satu target perharinya berupa tulisan yang saya tulis di beberapa blog online saya. Itu kembali menolong saya untuk setia memakai waktu dan terus belajar mendalami hobby saya, yakni menulis.
              Jadi, ketika kita mendengar motivasi ataupun membaca tulisan-tulisan yang barangkali sangat kena terhadap diri kita, catat dan lakukanlah itu. Komitlah untuk setia dalam memperbaiki diri dan bukan hanya semangat sesaat saja. Percayalah bahwa setiap buku yang kita baca memiliki banyak esensi yang luar biasa dalam mengubah pola pikir bahkan mengubah kepribadian kita.
              Mari berjuang menghadang waktu!- Bong Chandra.

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar